Di hamparan hijau rumput nan damai
Membentang seluas pandang
Di antara pilu sayur seruling yang mengalun
Hadirkan buai dalam semilir angin
Tergetar seluruh tubuh...
Inikah tempat yang dijanjikan
Yang biasa kudengar dari legenda masa
Yang biasa kulihat di lukisan rasa
Aku datang penuhi panggilan jiwa
Aku datang untuk kemenangan
Aku datang untuk untuk menggenggam
Semuanya..........
Selasa, 05 Juni 2012
Jumat, 11 Mei 2012
Rindunya
bagaimana bisa aku terus diamkalau ini semua tak terbalas
bagaimana bisa aku terus diam
kalu ini semua menggantung…
engkau…
yang ada di sana, yang dimana
taukah kau jika aku tulis ini
tulis tentangmu, tentang rindumu
yang ada di sana, yang dimana
taukah kau jika aku tulis ini
tulis tentangmu, tentang rindumu
engkau…
pernahkah juga menyambut rinduku
walau hanya dengan senyum
tanpa harus kau ucap kata penyambutan
pernahkah juga menyambut rinduku
walau hanya dengan senyum
tanpa harus kau ucap kata penyambutan
Mimpi yang hilang
Dibawah hamparan
gelap luas yang bertabur bintang
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini jauh seakan hilang..
Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam..
Aku dan jenuhku, Bersamaan membisu
Terlalu jauh untuk maraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini jauh seakan hilang..
Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam..
Aku dan jenuhku, Bersamaan membisu
Terlalu jauh untuk maraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap
Kamis, 10 Mei 2012
Datanglah penantian
Apakah desah itu masih
setia mengiring harimu?
Di antara debar jantung yg merindukanmu
Aku memilin seraut wajah yg menghantui malam-malamku
Kuingin engkau ada dalam keputusasaanku
Menantimu hingga kaki-kaki tak mampu lagi berjalan
Seandainya desah itu masih bisa kucium di sudut malam ini
Akan kukatakan pada awan hitam
Aku ingin menyapamu meski hanya lewat semilir angin
Tak kuasa sudah aku ingin rebah di lapang hatimu
Dan menangis di ujung matamu.
Di antara debar jantung yg merindukanmu
Aku memilin seraut wajah yg menghantui malam-malamku
Kuingin engkau ada dalam keputusasaanku
Menantimu hingga kaki-kaki tak mampu lagi berjalan
Seandainya desah itu masih bisa kucium di sudut malam ini
Akan kukatakan pada awan hitam
Aku ingin menyapamu meski hanya lewat semilir angin
Tak kuasa sudah aku ingin rebah di lapang hatimu
Dan menangis di ujung matamu.
Senja
Kepada senja aku mengadu
Menangisi kepergianmu dari hidupku…
mengapa bahagia itu hanya sesaat saja..
Laksana hujan yang terus mencumbui bumi…
Laksana gerimis yang selalu mendekap pagi..
Aku disini terpaku dalam diam..
Kepada senja aku mengadu..
Betapa pedih hatiku ini
Kau menghilang bak ditelan bumi..
Hanya goresan kecil yg menyayat kalbu..
kau tancap dalam pilunya hatiku…
Bahwa kau tak bisa mencintaiku…
Kepada senja aku mengadu
Rindu ini menghujam jantungku
Bagai ombak besar yg menghantam dadaku
Hingga aku tak bisa bernafas karena desakan
rasa rindu yg sangat kuat…
Oh cinta mengapa taqdirnya begitu kejam..
Kau berikan aku dia tp kau sekap dia dalam kesunyian malam..
Kini aku hanya pasrah dalam diam
Hatiku telah membeku dimakan waktu
Selasa, 08 Mei 2012
Sejarah sepak bola Indonesia
Menurut Bill
Muray, pakar sejarah sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, sepak bola sudah dimainkan
sejak awal Masehi. Saat itu,
orang-orang di era Mesir Kuno sudah mengenal permainan membawa dan menendang
bola yang dibuat dari buntalan kain linen. Sejarah Yunani Purba juga mencatat
ada sebuah permainan yang disebut episcuro, permainan menggunakan bola. Bukti
itu tergambar pada relief-relief di dinding museum yang melukiskan anak muda
memegang bola bulat dan memainkannya dengan
Rabu, 02 Mei 2012
payung
O payung.....
kau telah melindungiku
kau sudah melindungiku dari hujan
Oh payung........
kau adalah sebuah benda mati bagi sebagian orang
tapi bagiku kau bagai orang tuaku
kau telah melindungiku dari kecil sampai besar
Oh payung.....
kau telah melindungiku dimana saja
kau melindungiku dari air hujan yang sangat dingin
engkau bisa melindungiku dimana saja dan kapan saja
Langganan:
Postingan (Atom)

